Feeds RSS

Kamis, 11 Agustus 2011

Husnuzan

Husnuzan

A.PENGERTIAN HUSNUZAN
        Kata husnuzam berarti berprasangka baik atau disebut juga positif thinking. Lawan dari kata ini adalah su’uzan yang artinya berprasangka buruk yang di sebut juga negative thinking.

B.MACAM-MACAM HUSNUZAN
I. Husnuzan Terhadap Sesama Manusia
Husnuzan kepada sesama manusia adalah sikap yang selalu berpikir dan berprasangka baik kepada sesama manusia. Sikap ini ditunjukkan dengan rasa senang, berpikir positif, dan sikap hormat kepada orang lain tanpa ada rasa curiga, dengki, dan perasaan tidak senang tanpa alasan yang jelas.
Nilai dan manfaat dari sikap husnuzan kepada manusia adalah:
a. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik.
b. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama.
c. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain
(http;// jokosiswanto777.blogspot.com/)
          Sikap husnuzan yang harus ditanamkan dalam kehidupan berkeluarga, bertetangga serta bermasyarakat. Hal itu di wujudkan melalu sikap lahir, ucapan dan perbuatan yang baik , diridhai oleh Allah swt dan bermanfaat

II. Husnuzan Terhadap Lingkungan hidup.:
·       AKHLAK TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP
        Berakhlak kepada lingkungan hidup adalah menjalin dan mengembangkan hubungan yang harmonis dnan alam sekitar. Memakmurkan alam adalah mengolah sumber daya yang berada di alam sehigga dapat member manfaat bagi kesejahteraan manusia tanpa merugikan alam itu sendiri. Allah menyediakan bumi yang subur ini untuk diolah oleh manusia dengan kerja keras dan dipelihara sehingga mampu menghasilkan nilai yang tinggi.
Kekayaan alam yang berlimpah disediakan oleh allah untuk digunakan oleh manusia dengan cara mengambil dan member manfaat , baik dari dan kepada alam serta melarang segala bentuk yang merusaknya.
Alam dan lingkungan yang terkelola baikdapat memberimanfaat yang berlipat-lipat, sebaliknya alam yang dibiarkan atau hanya di ambil manfaatnyaakan mendatangkan mala petaka bagi maunsia. Kita dapat menyaksikan dengn jelas bagaiman akibat yang di timbulkan oleh akhlak yang buruk terhadap lingkungan seperti hutan yang dieksplitasi tanpa batas sehingga melahirkan malaetaka kebakaran hutan yang menghancurkan tanaman hutan dan habitat hewannya. Eksploitasi kekayaan laut tanpa memperitungkan kelestarin ekologi laut telah menibulkan kerusakan hebat, baik habitat hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Saying nya, semua itu dilakukan semata-mata untuk mengejar keuntungan ekonomi yang bersifat sementara, namun akibatnya mendatangkan kerusakan alam yang parah dan tidak bias direhabilitasi dalam waktu puluhan bahkan ratusan tahaun.
Kerusakan alam dan ekosistem dilautan dan didaratan terjadi akibat manusia tidak menyadari sifat yang sombong, egois ,rakus, dan angkuh yang merupakan bentuk akhlakterhadap lingkunang yang sangat buruk dan tidak terpuji .padahal tujuan diangkatnya manusia sebagai khalifah dimuka bumi yaitu sebagai wakil allah yang seharusnya memakmurkan, mengelola ,dan melestarikan alam. Perhatikan firman Allah di bawah ini
Artinya : ,” telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena tangan manusia , supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka , agar mereka kembali (kejalan yang benar) “(QS. ArRum:41)
Membuat kerusakan baik didarat, dilaut maupun diudaraadalah perbuatan yang sangat tercela dalam agama, kerusakan yang terjadi dapat membahayakan hidup manusia. Al Qur’an memuat tidak kurang dari 50 kali ayat yang melarang berbuat kerusakan. (lihat QS.Online di google)
Artinya: “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (QS As Syu’ara : 183)
Kesimpulannya, dalam suatu lingkungan hidup itu ada saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan benda-benda yang tidak hidup dan lingkungannya. Keadaan semacam itu disebut ekosistem. Dalam suatu ekosistem, masing-masing unsur yang ada harus dijaga kelestarian dan keseimbangannya. Artinya tidak boleh ada pengrusakan terhadap salah satu unsur. Sebab kalau salah satu unsur dalam ekosistem itu rusak, akan timbul keselarasan ekosistem atau terjadi ketidak seimbangan alam lingkungan.
Allah SWT menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya. Telah ditakdirkan dan ditentukan bahwa semua makhluk ciptaannya mempunya hubungan timbal balik dan berkesinambungan, itulah sunatullah. Firman Allah SWT dalam surat Ar Rahman ayat 5-13: (lihat QS.Online di google)
Artinya: “5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. 6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya. 7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). 8. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. 9. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. 10. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). 11. Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang 12. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. 13. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?.” (QS Ar Rahman : 5-13)
Ayat diatas menggambrkan bahwa alam semesta yang terdir dari beribu-ribu galaksi, diantaranya bumi kita ini, semuanya mempunyai hubungan timbal balik dan daya tarik menarik antara satu dengan lainnya. Begitu pula apa yang ada di planet bumi. Lingkungan yang ada di dalamnya mempunyai daya tarik menarik dan hubungan timbal balik.
Apabila keseimbangan dalam hubungan timbal balik ini terganggu akibat salah satu unsurnya ada yang kurang, berubah, atau karena sebab lain maka malapetaka dan bencana yang maha dahsyat akan terjadi.
Memelihara Keseimbangan Alam sebagai Pernyataan Rasa Syukur Nikmat
Allah pencipta alam semesta telah menciptakan manusia sebagai makhluknya yang paling mulia. Allah juga yang telah menciptakan alam semesta ini, terutama bumi untuk kepentingan manusia. Bahkan Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah atau penguasa bumi. Dengan demikian sungguh banyak kenikmatan Allah yang telah dianugrahkan kepada manusia. Sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT: (lihat QS.Online di google)
Artinya: “32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. 33. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. 34. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS Ibrahim : 32-34)
Betapa banyak nikmat Allah yuang telah diberikan kepada umatmanusia yang diterima oleh setiap orang dalam kehidupannya. Segala kelezatan ketentraman, kebahagian, kesenangan dan kenikmatan dalam bentuk apapun. Hal itu harus disyukuri. Setiap muslim wajib bersyukur atau berterima kasih kepada Allah sebagaimana diperintahkan dalam kitab suci Al Qur’an: (lihat QS.Online di google)
 Artinya: “Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS An Nahl : 14)
Dengan bersyukur kepada Allah, manusia akan selalu ingat kepadanya, sehingga jiwanya menjadi bersih. Jiwa yang bersih karena menyadari bahwa segala kenikmatan itu hanyalah karunia Allah semata. Dengan demikian dapat menyadari bahwa segala kenikmatan itu adalah bekal untuk beribadah keapda Allah. Mengabdi dan menghambakan diri semata-mata kepada Allah. Perhatikan firman Allah berikut. (lihat QS.Online di google)
 Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS Al Baqarah : 172)
·       AKHLAK TERHADAP TUMBUHAN
Diantara anugerah Allah kepada manusia adalah diciptakannya umbuh-tumbuhan. Demikian pula makanan-makanan binatang ternak , sebagian besar adalah tumbuhan yang berbagai macam jenis-jenisnya.
Sebagaimana dapat dilihat melalui firman Allah yaitu ( QS. Taha/20:53)
Artinya : “ (Tuhan ) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagi mu,dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu , dan yang menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu ) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan .” (QS.Taha/20:53)
Tumbuh-tumbuhan juga tidak kalah penting bagi manusia dalam menunjang hidup dan kehidupannya, misalnya sebagai berikut:
1.     Oksigen merupakan kebutuhan yang sangat pokok dalam kehidupan manusia. Pada sistem pernapasan manusia, yang dibutuhkan adalah oksigen. Manusia akan mati lemas apabila kekurangan oksigen tersebut. Persediaan oksigen yang terdapat diudara disekeliling kita bisa terjamin keseimbangannya apabila terjamin pulapopulasi tumbuh-tumbuhan yang ada. Karena oksigen dikeluarkan oleh tumbuh-tumbuhan pada saat tumbuh-tumbuhna itu melakukan fotosintesis ( sumber Wikipedia Indonesia www.wikipedia.com)
2.     Pohon dan tumbuh-tumbuhan yang lebat dapat menjamin adanya persedian air dalam tanah agar tidak terus mengalir tanpa ada tempat penampungannya. Persedian air dalam tanah oleh akar-akar pohon dan tumbuh-tumbuhan, bisa menjadi mata air. Mata air itu mengairi areal pertanian dan perkebunan, untuk menunjang kebutuhan bahan makanan pokok manusia.( sumber Wikipedia Indonesia www.wikipedia.com)
Pohon dan tumbuh-tumbuhan yang lebat menjamin tidak akan terjadi banjir yang bisa merusak lingkungan kehidupan manusia. Dari tumbuh-tumbuhan pula bisa diperoleh vitamin nabati yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel tubuh manusia. Tumbuh-tumbuhan dapat dibuat bahan obat-obatan yang menangkal manusia dari serangan berbagai penyakit, dan menyembuhkannya atas kuasa dan izin dari Allah SWT.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya bila manusia memelihara dan melestarikan tumbuh-tumbuhan. Diantara tumbuh-tumbuhan ada yang bisa dimakan dan ada yang tidak. Perawatan terhadap tumbuh-tumbuhan yang dimakan agak berbeda dengan tumbuh-tumbuhan lainnya. Ada diantaranya yang memerlukan air, pupuk, obat hama, dan sebagainya. Memang cara merawat dan apa yang diperlukan tumbuh-tumbuhan itu tidak sama. Kita pun harus mempelajari dan memperhatikan cara pemeliharaan masing-masing agar dapat diambil manfaatnya.

Tumbuhan yang ditanami di sawah dan ladang perlu disiangi agar pertumbuhan dan perkembangan nya tidak terganggu oleh rerumputan tidak berguna . Oleh karena itu usahakanlah agar tanaman-tanaman mendapatkan sinar matahari dan dialiri air hujan. Itulah sebagian cara-cara kita supaya kita dapat menyayangi tumbuhan sebagai mana menyayangi diri sendiri dan orang lain .

Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di muka bumi yang seharusnya memelihara dan mengatur dunia ini sesuai dengan tuntunan agama. Sehingga dapat hidup layak sebagai manusia, janganlah berbuat kerusakan dimuka bumi karena itu termasuk perbuatan yang tidak disukai oleh Allah. Seperti dalam firmannya yang berbunyi: (lihat QS.Online di google)

Artinya: dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al Qashash : 77)

·        AKHLAK TERHADAP BINATANG (HEWAN)

Sebagaimana telah dibicarakan sebelumnya selain berakhlak terhadap lingkungan hidup dan tumbuh-tumbuhan kita juga sebagai manusia harus mempunyai akhlak terhadap binatang ( hewan ). Hewan diciptakan oleh Allah salah satunya adalah sebagai kepentingan makhluk hidup lainnya .
Hewan terkadang ada yang memiliki sifat jinak,liar ataupun bersifat sebagai hewan peliharaan . Hewan – hewan juga memiliki persamaan-persamaaan yang dimiliki oleh manusia diantaranya yaitu dapat merasakan lapar, haus, memilki alat kelamin, hidup berkelompok ,dan sebagaiman dengan kehidupan yang dialami manusia. ( Sumber buku Yudhistira kelas X hal. 63-64)
Sebagaimana sesuai dengan firman Allah ( QS.Al-An’am:38) 
Artinya : “ Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya , melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu . Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab , kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan “(QS.Al-An’am:38)
 Sudah selayaknya kita memelihara dan menyayangi binatang. Suatu hal yang tidak wajar apabila kita memanfaatkan tenaga binatang, tetapi tidak mau memberi makan dan merawatnya. Seorang peternak burung puyuh umpamanya, tidak akan mendapat hasil yang baik, apabila burung puyuh itu tidak dipelihara dengan baik.
Terhadap binatang ternak manusia harus memelihara, memberi makan dan minum, mejaga kondisi dan lingkungan serta kebutuhan hidupnya. Dengan demikian manusia dapat memanfaatkannya untuk kepentingannya sendiri. Kesemuanya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Hal ini pernah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW ketika beliau melewati suatu daerah. Beliau melihat ada orang-orang yang berdiri diatas punggung hewan-hewan mereka. Lantas beliau menasehati supaya mengendarai hewan itu dengan baik dan meninggalkannya dengan baik pula.
Terhadap binatang liar, manusia berkewajiban menjaga habitatnya agar tidak punah. Berusaha agar tidak merusak lingkungan tempat binatang-binatang liar itu hidup dan berkembang biak. Mengusahakan agar jenis binatang ini, terutama jenis binatang buas, tidak mengganggu terhadap lingkungan kehidupan manusia, bahkan banyak dikisahkan dalam alqur’an banyak binatang buas yang memberikan manfaat misalkan lebah yang bisa diambil madunya.( lihat QS.Online di google)
Sebagaimana Firman Allah (QS An -Nahl : 68 – 69) yang artinya adalah :
Artinya : ( dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”,(QS AN Nahl :68)
Artinya:  kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS An Nahl : 69)

        Binatang – binatang ternak yang akan dimakan dagingnya tentu hatus disembelih terlebih dahulu . Menyembelih hewan pun tidak dengan cara asal menyembelih akan tetapi melewati prosedur dan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan . Diantaranya sebelum memulai penyembelihan membaca basmallah , menggunakan alat yang tajam , dan sebaiknya sebelum disembelih binatang tersebut duberi makan terlebih dahulu hingga kenyang. Semua ini adalah sebagai bukti bahwa kita menyayangi binatang , sebagaiman yang telah disampaikan dalam sabda nabi Muhammad yang berbunyi Nabi Muhammad saw Bersabda :
Artinya : “Dari Saddad Ibn Aus berkata dari Rasullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik atas segala sesuatu ,maka apabila kamu membunuh hewan hendaklah membunuh dengan cara yang baik , dan hendaklah kamu menajamkan pisaumu dan hendaklah binatang sembelihan itu disenangkan ( dengan cara member makan sebelum disembelih).” (HR Muslim)
Dengan demikian , kita boleh membunuh binatang yang membahayakan atau merugikan . Kita diperintah untuk membunuhnya , asal saja ketika melaksanakannya tidak didahului dengan penyiksaan . Bunuhlah binatang itu dengan alat yang menyebabkan mati tetapi dengan tidak tersiksa.
(Sumber buku Yudhistira kelas X halaman 63-65)



·       AKHLAK TERHADAP MAKHLUK GAIB
Selain  Allah SWT menciptakan manusia, tumbuhan , dan hewan Allah juga menciptakan makhluk lain seperti jin, sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah yaitu :
Artinya : Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada – Ku. “ (QS Az-Zariyat / 51:56)
Jin merupakan salah satu makhluk gaib yang harus kita imani. Dan kita perlu mengetahui bahwa selain ada jin yang taat dan patuh kepada Allah SWT, ada juga jin yang tidak patuh dan tidak taat kepada Allah SWT . Yaitu sejenis jin yang diciptakan oleh Allah Swt melalui api yang sangat panas , dan penciptaannya jauh sebelum diciptakannya Nabi Adam a.s
Setiap muslim dan mukmin wajib mengetahui dan meyakini adanya iblis atau setan yang mempunyai sifat-sifat burukdan setiap saat akan selalu menggoda hati manusia supaya manusia tidak patuh dan taat kepada perintah Allah SWT, dan juga untuk mengajk manusia ke arah yang tidak baik hingga munculnya hari Kiamat kelak nanti, tetapi setan, jin , serta iblis tetap tidak akan mendapatkan rida-Nya.
(Sumber buku Yudhistira kelas X halaman 65)
Cara dan system kerja dari Iblis atau setan adalah sebagai berikut :
a.        Iblis atau setan bersifat gaib , tetapi terlihat nyata keberadaannya setelah masuk ke dalam hati manusia yang menghasilkan gerak jasad untuk berbuat zalim , jahat, ingkar, dan maksiat.
b.        Iblis itu selalu besemayam atau hidup di hati atau kalbu manusia dengan sifat-sifatnya yang dapat merugikan seperti kecewa, mudah tersinggung, sakit hati, cemburu, mudah marah, dengki, fitnah, sombong,malas,tamak,kikir,lupa diri, mabuk, bahkan melakukan ria.

Oleh karena itu kita harus menyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan Semesta alam dan Mahakuasa serta MahaBerkehendak ,sedangkan semua makhluk –Nya , termasuk jin, iblis, dan setan berada dalam kekuasaannya.

Oleh karena itu , cara menyikapi adanya jin, iblis serta setan adalah sebagai berikut :
1.        Jangan mengikuti langkah-langkah setan .
      (Sumber buku Yudhistira kelas X halaman 66)
      (QS Al-Baqarah /2 :208)
Artinya : Wahai orang-orang beriman .Masuk lah kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan . Sungguh ia adalah musuh yang nyata bagimu .(QS Al-Baqarah /2:208)
2.        Tidak terganggu dan terjebak dalam kehidupan jin, setan serta iblis.
      (Sumber buku Yudhistira kelas X halaman 66)
      (QS Al-Hijr/15:39-40)\
      Artinya :39 : “ia iblis berkata” Tuhanku oleh karena itu Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat aku pasti akan jadikan kejahatan terasa indah bagi para manusia di bumi , dan aku akan menyesatkan mereka semua, 40: kecuali hamba-hamba Mu yang terpilih diantara mereka .(QS Al-Hijr/15:39-40)
3.   Berupaya keras dan sungguh-sungguh untuk menjadi orang yang ikhlas.
      (Sumber buku Yudhistira kelas X halaman 66)
      (QS Al-Baqarah /2:152-153)
 Artinya : 152 :  “Maka ingatlah kepada –Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.Bersyukurlah kepada Ku dan jangan lah kamu ingkar kepada Ku.153 : Wahai orang – orang yang beriman . Mohon lah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat .Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar .( QS Al-Baqarah/2:152-153)

1 komentar:

willyanza dwian mengatakan...

makasih artikelna ya,,
tampilan blog na jg keren ,

Poskan Komentar